Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Ceritaku Tentang Tradisi Kemaliq

     Halo semua! Perkenalkan namaku Alana Putri Hujan, orang-orang biasa memanggilku dengan nama Lana. Saat ini aku sedang menempuh pendidikan semester 4 di perguruan tinggi Universitas Mataram. Di universitas ini aku mengambil salah satu jurusan yang sangat aku inginkan yaitu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, tentu kalian mengetahui bukan bahwa jurusan ini termasuk ke dalam fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. Dalam jurusan ini ada salah satu mata kuliah yang mengharuskan aku dan kelompokku untuk pergi observasi ke suatu kampung dengan tujuan mengetahui apa saja tradisi yang ada disana.               Beberapa hari kemudian, aku dan teman-teman kelompokku pergi ke suatu kampung di desa yang bernama ranget daerah narmada. Aku dan teman-teman pergi kesana menggunakan motor. Sesampainya disana kami bertemu dengan salah satu orang yang memang mengetahui apa saja tradisi yang ada disana dan salah satunya a...

Kemaliq Ranget

  Kemaliq Ranget Me nelusuri dari googlemap, ada sebuah lokasi yang sedikit membingungkan, yakni pura Ranget. Setahu saya, di tempat tersebut tidak ada masyarakat yang beragama selain Islam. Lalu mengapa ada bangunan pura di tempat itu. Akhirnya saya mencoba menelusuri lebih jauh dengan datang langsung ke lokasi, dan mewancarai Kepala Dusun Ranget, Bapak Septori Wirawan.    Benar saja. Pak Kadus dengan tegas mengatakan bahwa warganya tidak ada yang beragama selain Islam. Persoalan pura Ranget menurutnya, merupakan konflik berkepanjangan antara masyarakat setempat sebagai pemilik dengan masyarakat pendatang yang mengaku memiliki sebidang tanah di seputaran kemaliq. “Masyarakat setempat dan para ahli waris tidak pernah menjual tanahnya, tapi anehnya mereka sudah memiliki sertifikat tanah. Anehnya lagi, tanah tersebut juga dimiliki oleh sebuah perusahaan air minum daerah.” Ungkap pak kadus dengan wajah muram.   Kasus ini menjadi kian rumit dikarenakan banyaknya ...

Tradisi Kemaliq di Sasak Lombok

     Menurut keturunan ke-5 yang ada di Lombok tepatnya desa ranget daerah narmada kemaliq itu sendiri adalah prasasti-prasasti yang ditinggalkan oleh leluhur untuk menjadi bukti bahwa memang para leluhur beragama islam. Contoh peninggalan besar kemaliq yaitu masjid adat bayan yang dimana ketika kesana kita tidak boleh berniat buruk. Dalam buku kemaliq yang dibacakan oleh bapak Septori Wirawan yang merupakan keturunan ke-5 tersebut menyatakan bahwa kemaliq terbesar yang ada di dunia adalah ka’bah, saat akan berangkat ke tanah suci kita juga harus mempunyai niat yang baik dan tidak ditujukan untuk sekedar bermain-main yang nantinya jika melakukan haji atau umroh tidak akan mabrur. Begitu juga hal tersebut berlaku saat mengunjungi masjid adat bayan.      Berbicara tentang kemaliq maka kita juga berbicara tentang suku dan budaya. Menurut suku dan budaya kemaliq hanya ada di sasak Lombok dan tidak terdapat di wilayah lainnya karena bisa saja wilayah-wila...